Menu

Fashion Trendy
  • Drop Down

    • Abstract
    • Model
    • Techo
    • Options
  • Photography Pictures Product

    Drop Menu

    • Crystal
    • Digital
    • Graphs
    • Settings
  • Menu

    Anne Metropolis

    • Home
    • Digital Art
      • Pics
        • SEO 1
        • SEO 2
      • CSS
        • CSS 1
        • CSS 2
        • CSS 3
        • CSS 4
        • CSS 5
      • Jquery
        • Jquery 1
        • Jquery 2
    • Fashion
      • Product 1
        • Sub Item
        • Sub Item
      • Product 2
        • Sub Item
        • Sub Item
    • Photography
    • Design
    Go
    Home » News » Crane Maut Bukan Produksi Tiongkok

    Crane Maut Bukan Produksi Tiongkok

    Crane Maut Bukan Produksi Tiongkok.

    MAKKAH - Crane yang jatuh di Masjidil Haram dan menewaskan 111 orang, dipastikan bukan produksi Tiongkok. Penegasan itu disampaikan Kepala Komunikasi Liebherr Group -- perusahaan alat berat asal Jerman, Kristian Kueppers.

    Dilansir Arab News, Selasa (15/9), Kueppers tidak dapat memungkiri selama ini banyak orang berasumsi warna merah identik dengan negeri Tirai Bambu. Sedangkan warna kuning dikaitkan dengan Jerman.

    Sehingga pascatragedi Masjidil Haram, banyak kalangan di media sosial menyebutkan crane merah yang jatuh tersebut adalah buatan Tiongkok. “Crane itu (jatuh di Masjidil Haram) memang milik (produksi) perusahaaan kami (Liebherr Group) jenis LR 13.000,” sebut Kueppers.

    Perihal pemberian warna merah pada crane maut tersebut, Kueppers mengaku tidak memiliki makna khusus. “Tidak ada makna khusus untuk setiap warna tertentu,” ujarnya. Dia mengklaim klaim berkapasitas 1.300 ton itu terkuat di dunia. Ada 30 crane jenis ini beroperasi di seluruh dunia. “Crane crawler paling kuat di dunia,” tegasnya.

    Namun tegas Kueppers, perusahaannya belum dapat menginformasikan ke publik penyebab pasti jatuhnya crane yang menewaskan banyak orang tersebut. Pihak Liebherr menunggu hasil investigasi resmi yang tengah dilakukan. “Kami (Liebherr) tidak bisa menebak. Kami menunggu hasil penyelidikan resmi,” ujarnya.

    Pasti ada banyak penyebab jatuhnya crane ini. Saat ini Liebherr masih belum bisa menginformasikan penyebab pasti jatuhnya crane. Kami tidak bisa menebak saja, kami akan menunggu hasilnya dari investigasi resmi yang dilakukan,” kata dia.

    Saudi Bin Ladin Group, selaku perusahaan pemilik crane tersebut, saat ini telah menurunkan tim ahlinya untuk memotong crane tersebut. Pekerjaan tersebut diperkirakan memakan waktu enam hari.
    News

    facebook

    twitter

    google+

    fb share

    About play blogger

    Related Posts
    < Previous Post Next Post >
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Terbaru

    BANYAK DIBACA

    MOST TOPIC

    News Sports Kesehatan Celebrity Daerah Kriminal Fenomenal Islami Style Ekonomi Kuliner Traveling Otomotif Blog Gadget Tips

    Copyright © 2015- Anne Metropolis All Rights Reserved | Created by