Menu

Fashion Trendy
  • Drop Down

    • Abstract
    • Model
    • Techo
    • Options
  • Photography Pictures Product

    Drop Menu

    • Crystal
    • Digital
    • Graphs
    • Settings
  • Menu

    Anne Metropolis

    • Home
    • Digital Art
      • Pics
        • SEO 1
        • SEO 2
      • CSS
        • CSS 1
        • CSS 2
        • CSS 3
        • CSS 4
        • CSS 5
      • Jquery
        • Jquery 1
        • Jquery 2
    • Fashion
      • Product 1
        • Sub Item
        • Sub Item
      • Product 2
        • Sub Item
        • Sub Item
    • Photography
    • Design
    Go
    Home » News » Terjerat, Harimau Sumatera Dilumpuhkan

    Terjerat, Harimau Sumatera Dilumpuhkan

    Ánggota Polres dan masyarakat saat melepaskan jeratan yang mengikat seekor harimau Sumatera yang sudah ditembak.

    TEBING TINGGI  - Warga Desa Tanjung Raman, Kecamatan Pendopo digegerkan dengan penemuan seekor Harimau Sumatera, kemarin. Harimau ditemukan tengah malam di sawah milik Suryani (35) warga Talang Jawa Pendopo.

    Informasi dihimpun, harimau berjenis kelamin laki-laki dengan panjang dua meter, tinggi satu meter dan berat 80 Kg ini masuk perangkat yang dipasang pemilik sawah untuk melindungi padi dari babi hutan.

    Kemudian sekitar pukul 05.30 WIB saudara pemilik lahan, Istiqomah alias Oma (40) warga Jl Jati, Pendopo melapor ke Polsek Pendopo dan Koramil Pendopo.

    Aparat kepolisian dan TNI datang ke lokasi dibantu warga sekitar.

    Pihaknya tidak bisa mendekati harimau, hanya melihat dari jarak sekitar 10 meter. Sebab harimau tersebut masih berontak dan mengakibatkan tali perangkap yang terpasang hampir putus.

    Kondisi harimau itu lemas dan sudah luka karena jerat. Atas permintaan masyarakat, harimau ditembak karena jika dilepaskan akan memakan korban.

    “Atas desakan masyarakat karena dianggap membahayakan manusia, akhirnya hewan tersebut ditembak,” ujar AKBP Rantau Isnur Eka SIk, Kapolres Empat Lawang,  didampingi Kapolsek Pendopo, Iptu Denhar.

    Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BKSDA untuk dibawa ke Palembang dan akan dikubur dengan baik. “Di lokasi banyak warga hilir mudik dan lokasi tak jauh dari pemukiman. Selain itu, tak ada obat bius untuk melumpuhkan harimau sementara jerat mulai mulai rusak dan menunggu BKSDA memerlukan waktu lama,” jelas Rantau.

    Terpisah, Sekda Empat Lawang, Burhansyah mengatakan, pihaknya telah memerintahkan camat untuk memberitahu warga sekitar supaya berhati-hati, jika pergi ke kebun.

    Dikhawatirkan harimau lainnya datang ke perkebunan untuk mencari harimau yang telah mati tersebut. “Harimau ini kemungkinan besar datang ke pemukiman warga karena habitatnya terganggu,” ujarnya.
    News

    facebook

    twitter

    google+

    fb share

    About play blogger

    Related Posts
    < Previous Post Next Post >
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Terbaru

    BANYAK DIBACA

    MOST TOPIC

    News Sports Kesehatan Celebrity Daerah Kriminal Fenomenal Islami Style Ekonomi Kuliner Traveling Otomotif Blog Gadget Tips

    Copyright © 2015- Anne Metropolis All Rights Reserved | Created by